Minggu, 13 Maret 2011

make up art by lovely angel

1.2.1 Tata Rias Korektif
Tata rias korektif (corective make-up) merupakan suatu bentuk tata rias yang bersifat menyempurnakan (koreksi). Tata rias ini menyembunyikan kekurangan-kekurangan yang ada pada wajah dan menonjolkan hal-hal yang menarik dari wajah. Setiap wajah memiliki kekuarangan dan kelebihan. Seseorang yang memiliki bentuk wajah kurang sempurna, misalnya dahi terlalu lebar, hidung kurang mancung dan sebagainya,dapat disempurnakan dengan make up korektif. Seorang pemain membutuhkan tata rias korektif ketika tampilannya tidak membutuhkan perubahan usia, ras, dan perubahan bentuk wajah. Biasanya pemeran memiliki kesesuaian dengan tokoh yang diperankan. Wajah pemain cukup disempurnakan dengan menyamarkan, menegaskan, dan menonjolkan bagian-bagian wajah sesuai dengan tokoh yang dimainkan.

1.2.2 Tata Rias Fantasi
Tata rias fantasi dikenal juga dengan istilah tata rias karakter khusus. Disebut tata rias karakter khusus, karena menampilkan wujud rekaan dengan mengubah wajah tidak realistik. Tata rias fantasi menggambarkan tokoh-tokoh yang tidak riil keberadaannya dan lahir berdasarkan daya khayal semata. Tipe tata rias fantasi beragam, mulai dari badut, tokoh horor, sampai binatang. Beberapa teater di Asia, seperti Opera Cina dan Kabuki menggunakan jenis tata rias fantasi. Tata Rias Opera Cina menyerupai topeng. Wajah pemain yang sebenarnya tak tampak (Gb 143). Tata rias kabuki memiliki pola yang menggambarkan karakter yang berbeda (Gb.144). Pola tata rias pada kabuki ini diaplikasikan pada wajah pemain yang seluruhnya dibuat putih (Gb.145).
1.2.3 Tata Rias karakter
Tata rias karaker adalah tata rias yang mengubah penampilan wajah seseorang dalam hal umur, watak, bangsa, sifat, dan ciri-ciri khusus yang melekat pada tokoh. Tata rias karakter dibutuhkan ketika karakter wajah pemeran tidak sesuai dengan karakter tokoh. Tata rias karakter tidak sekedar menyempurnakan, tetapi mengubah tampilan wajah. Contohnya, mengubah umur pemeran dari muda menjadi lebih tua (Gb.146). Mengubah anatomi wajah pemain untuk memenuhi tuntutan tokoh dapat juga digolongkan sebagai tata rias karakter, misalnya memanjangkan telinga (Gb.147). Tokoh tersebut memiliki latar Suku Dayak Kalimantan yang memiliki tradisi memanjangkan telinga.
1.3 Bahan dan Peralatan Tata Rias
Pengetahuan bahan dan peralatan tata rias sangat penting bagi seorang penata rias. Pengetahuan bahan dan peralatan menjadi dasar untuk memilih bahan dan alat yang sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan zaman dan teknologi membawa konsekuensi pada teknologi bahan dan Peralatan tata rias. Hampir setiap tahun bahanbahan kosmetik diproduksi dengan berbagai jenis dan kualitas yang cukup beragam.
1.3.1. Bahan Tata Rias
Seorang penata rias harus mengerti bahan-bahan yang dapat dan tersedia untuk merias. Bahan-bahan ini biasanya tersedia di toko kosemetik. Masing-masing bahan digunakan secara berbeda sesuai pentahapan dan fungsi tata rias seperti dijelaskan dalam paparan berikut.
???? Cleanser
Cleanser sering disebut juga pembersih. Cleanser atau pembersih bentuknya macam-macam, seperti krim, gel, dan lotion. Cleanser fungsinya membersihkan wajah dari kotoran, sehingga wajah menjadi bersih dan bebas dari lemak. Ada pula jenis cleanser khusus yang digunakan untuk membersihkan bagian-bagian wajah yang sensitif, seperti bibir atau bagian kelopak mata.
???? Astringent
Astringent disebut juga toner, clarifying, atau penyegar. Berbentuk cair dan berfungsi menyegarkan wajah. Astringent biasanya mengandung banyak alkohol. Astringent yang baik sebenarnya yang sedikit kandungan alkoholnya. Saat ini banyak produk penyegar yang mengandung sedikit alkohol atau tanpa alkohol. Jenis penyegar tanpa alkohol ini relatif lebih aman untuk kulit.
???? Concealer
Pada wajah manusia sering terdapat noda hitam atau coklat yang mengganggu penampilan. Capek dan kurang istirahat sering menimbulkan berkas hitam melingkar di sekitar mata. Concealer adalah sejenis bahan tata rias yang berfungsi untuk menyamarkan sekaligus menutup kekurangan tersebut. Concealer berbentuk krim, compact, dan stik. Pemakaiannya dioleskan pada bagian-bagian yang perlu disamarkan atau ditutup.
???? Foundation
Foundation disebut juga sebagai alas bedak. Berfungsi memberikan efek mulus pada wajah. Foundation diaplikasikan sesudah concelear. Foundation memiliki berbagai bentuk, seperti krim, stik, atau compact (padat). Foundation tersedia dalam berbagai tingkatan warna, mulai dari netral, terang ,sampai warna gelap sesuai dengan warna kulit manusia. Penggunaannya pada wajah bisa dilakukan dengan tangan atau spon.
???? Losse Powder
Losse Powder biasa disebut juga bedak tabur. Losse powder bentuknya bubuk yang halus dan lembut. Losse powder juga tersedia dalam berbagai tingkatan warna sesuai dengan kulit manusia. Fungsinya untuk menyempurnakan pori-pori yang terbuka. Pori-pori akan tersamarkan dan kulit wajah tampak lebih sempurna. Losse powder juga berfungsi menyatukan concealer dengan foundation.
???? Compact Powder
Compact powder disebut juga sebagai bedak padat. Bedak padat berfungsi untuk lebih menyempurnakan wajah. Wajah menjadi tambah mulus. Sebagaimana bedak tabur, bedak padat juga memiliki berbagai macam tingkatan warna.
???? Blush on
Blush on disebut juga sebagai pemerah pipi. Bahan ini untuk memberikan rona merah pada pipi sehingga tampil lebih segar dan berseri. Blush on tersedia dalam berbagai tingkatan warna, mulai dari merah muda sampai merah tua.
???? Kosmetik Bibir
Kosmetik bibir digunakan untuk membentuk dan memperindah bibir. Peralatan yang digunakan bermacam-macam tergantung dari pembentukan serta warna yang diinginkan. Setiap bibir manusia memiliki karakter yang berbeda dan terkadang menggambarkan watak pemiliknya. Untuk mengubah kesan asli tersebut, bentuk bibir perlu disesuaikan dengan karakter peran. Untuk mebentuk dan memperindah bibir diperlukan. Lipstik. Pemerah atau pewarna bibir. Lipstik pada umumnya tersedia dalam bentuk stik dan krim padat yang dikemas seperti kemasan bedak padat. Pemerah bibir ini tersedia dalam berbagai macam warna. Mulai dari merah dengan berbagai tingkatan warna, violet, coklat, sampai warna gelap yang cenderung hitam. Lipstik fungsinya memberi warna pada bibir. Setiap warna menghasilkan karakter yang berbeda.
Lipliner. Berbentuk pencil yang berfungsi memberi garis atau kontur pada bibir sesuai dengan yang dikehendaki. Lipliner berfungsi membentuk bibir untuk menghasilkan kesan tertentu. Misalnya bibir yang tipis dapat diubah kesannya menjadi bibir yang penuh dengan membentuk bibir menggunakan lipliner. Lipliner tersedia dalam berbagai warna. Lipgloss. Adalah bahan yang membuat bibir tampil mengkilat dan memiliki efek bercahaya. Lipglos ini akan membuat bibir tampil segar. Lipgloss pada umumnya berbentuk stik dan krim padat. Pengaplikasiannya sesudah lipstik dan lipliner.
???? Kosmetik Mata
Sama dengan kosmetika bibir, kosmetik untuk membentuk dan memperindah mata bermacam-macam. Dengan kosmetik ini mata seseorang pemain dapat dibuat sesuai dengan tuntutan karakter peran yang akan dimainkan. Beberapa kosmetik mata tersebut adalah sebagai berikut.
Eye shadow atau perona mata. Pada umumnya berbentuk compact atau padat. Diaplikasikan pada kelopak mata untuk menambah karakter. Eye shadow dapat difungsikan pula untuk membentuk alis. Khusnya warna-warna yang gelap. Dalam pementasan teater, eye shadow ini biasa dimanfaatkan pula untuk membuat shadow dan highlight pada bagian wajah tertentu.
Eyeliner. Digunakan untuk memberi kontur atau garis pada mata sesuai yang dikehendaki. Tujuannya agar mata lebih tampak ekspresif. Biasanya berbentuk pencil. Ada juga eyeliner yang berbentuk cair. Maskara. Berfungsi menebalkan bulu mata dan melentikkan bulu mata. Dikemas dalam tabung kecil yang sudah dilengkapi dengan aplikator khusus yang ujungnya seperti sikat lembut. Sikat ini difungsikan untuk membentuk bulu mata menjadi lentik. Pensil Alis. Berfungsi untuk membentuk dan memberi tebal pada alis. Dalam pementasan teater, pencil alis juga dimanfaatkan untuk membuat garis-garis pembentuk pada wajah. Misalnya, untuk membuat garis kerutan pada wajah. Pencil alis biasanya tersedia dalam dua warna, yaitu hitam dan coklat.
???? Body Painting
Body painting adalah bahan yang bersifat opak (menutup) berbentuk krim dan stik. Di Indonesia banyak tersedia dalam  bentuk krim. Bahan ini biasa digunakan untuk tata rias fantasi. Tersedia dalam berbagai warna, mulai dari putih, hitam, merah, hijau, biru, dan kuning. Body painting berfungsi pula untuk melukis badan, seperti membuat tato atau memberi warna pada bagian badan tertentu yang dikehendaki.
1.3.2 Peralatan Tata Rias
Peralatan tata rias sangatlah beragam tergantung dari kegunaannya. Beberapa memiliki fungsi yang sangat khusus untuk merias bagian yang sangat khusus seperti alis, bulu mata, dan lain sebagainya. Dengan mengenal peralatan tata rias maka kesalahan penggunaan alat bisa diminimalisir. Sering terjadi pada penata rias amatir yang sekenanya saja mempergunakan peralatan tata rias. Hal ini menyebabkan alat tersebut mudah rusak atau tidak lagi dapat digunakan dengan baik.
???? Sikat Alis
Sikat alis memiliki bentuk ganda. Pada satu sisi berbentuk sisir kecil dan sisi yang lain adalah sikat yang berbentuk seperti sikat gigi. Fungsinya untuk merapikan alis, baik sebelum dan sesudah pemakaian pencil alis dan shadow.
???? Sikat Bulu Mata
Sikat dengan bulu-bulu yang ditata melingkar seperti spiral. Sikat ini memiliki karakter bulu sikat yang kasar. Fungsinya untuk membersihkan bulu mata dan menyempurnakan maskara yang tidak rata.
???? Kuas Alis
Kuas alis berbulu halus atau kasar. Ujung kuas dipotong menyerong atau diagonal. Kuas ini digunakan untuk membaurkan pensil alis atau eye shadow yang telah diaplikasikan sehingga terlihat rapi dan natural.
???? Kuas Eyeliner
Kuas eyeliner ada dua macam. Pertama, kuas dengan bulubulu yang halus, agak panjang dan ramping. Kuas eyeliner berfungsi untuk melukis garis mata. Melukis garis mata bisa memakai eye shadow atau eyeliner cair. Apabila menggunakan bahan eyes hadow, baiknya kuas dalam
keadaan basah. Sebaliknya kalau menggunakan bahan eyeliner cair, kuas baiknya dalam keadaan kering. Kedua, kuas dengan bulu-bulu halus, ujungnya bulat dan bulunya agak tebal. Kuas ini berfungsi menyempurnakan dan memadukan eyeliner dengan pencil mata.
???? Kuas Bibir
Kuas bibir berukuran sedang dengan bulu lembut dan berujung lancip. Digunakan untuk mengaplikasikan pewarna bibir dan lipgloss.
???? Kuas Concealer
Kuas concealer memiliki ukuran bervariasi. Kuas ini digunakan unuk mengaplikasikan concealer pada noda-noda yang terdapat di wajah. Kuas yang berukuran kecil dipakai untuk menjangkau sudut-sudut wajah, seperti sudut mata.
???? Kuas Eye Shadow
Kuas eye shadow terdiri dari dua jenis. Pertama, berbentuk pipih, berujung tipis, dengan bulu-bulu lembut. Fungsinya untuk membentuk garis dan memadukan warna setelah diaplikasikan. Kedua, kuas berbulu tebal, lembut, dan ujungnya bulat. Kuas ini digunakan unuk membantu menyempurnakan sapuan gradasi warna eye shadow. Kuas ini juga dapat difungsikan untuk membentuk serta menghaluskan bayangan hidung.
???? Kuas Kipas
Kuas kipas berbentuk pipih dan melebar seperti kipas. Terbuat dari bulu-bulu yang sangat halus. Kuas ini digunakan untuk membersihkan serpihan-serpihan kosmetik yang mengotori wajah.
???? Kuas Shading
Kuas shading memiliki bulu-bulu yang lembut, tebal, dan ujungnya dibentuk serong. Digunakan untuk mengaplikasikan shading pada bagian-bagian wajah yang bersudut, seperti hidung atau rahang.
???? Kuas Blush On
Kuas blush on memiliki gagang langsing dengan bulu lembut dan agak tebal. Berfungsi untuk mengaplikasikan blush on pada pipi atau bagian wajah lainnya.
???? Kuas Powder
Kuas powder bergagang besar dengan bulu-bulu yang lembut dan gemuk. Kuas ini digunakan untuk mengaplikasikan losse powder. Bisa juga digunakan untuk finishing yaitu menyatukan bahan rias agar terpadu dengan lebih sempurna.
???? Velour Powder Puff
Velour powder puff terbuat dari bahan sejenis beludru yang lembut. Berbentuk bundar dan tersedia dalam dua ukuran, yaitu besar dan kecil. Besar untuk mengaplikasikan bedak tabur dan kecil untuk bedak padat pada wajah.
???? Spon Wajik
Spon wajik berbentuk segi tiga. Terbuat dari bahan lateks. Digunakan untuk meratakan concealer atau foundation pada bagian-bagain wajah yang sulit dijangkau, seperti bagian bawah mata, sudut mata, dan hidung.
?? Spon Bundar
Spon bundar terbuat dari bahan lateks yang memiliki sifat tidak menyerap. Berfungsi untuk mengaplikasikan foundation.
???? Aplikator Berujung Spon
Aplikator dengan bagian ujung terbuat dari spon digunakan untuk mengaplikasikan eye shadow. Tata rias biasanya menggunakan beberapa warna eye shadow. Idealnya setiap warna menggunakan satu aplikator, sehingga warnanya tidak kotor.
???? Pinset
Pinset terbuat dari logam dengan ujung pipih. Pinset berfungsi untuk mencabut bulu alis. Pinset juga bisa dimanfaatkan untuk mengaplikasikan bulu mata palsu.
???? Gunting
Gunting idealnya tersedia dalam berbagai ukuran. Setidaknya tersedia gunting dalam ukuran kecil. Baik gunting biasa, maupun gunting potong. Gunting potong rambut bisa dimanfaatkan untuk merapikan alis, kumis, dan jenggot. Gunting potong rambut bermanfaat pula untuk mengaplikasikan kumis dan jenggot palsu.
???? Pencukur Alis
Alat pencukur alis berupa pisau kecil yang bergerigi. Alat ini berguna untuk membentuk alis.
???? Penjepit Bulu Mata
Penjepit bulu mata biasanya terbuat dari logam. Bergagang seperti gunting dengan ujung melengkung seperti bulu mata. Fungsinya untuk melentikkan bulu mata.
1.4 Praktek Tata Rias
Praktek tata rias memaparkan urutan kerja dalam merias pemain. Tata urutan kerja atau prosedur tata rias perlu diketahui agar proses berjalan secara efektif dengan hasil yang maksimal.
1.4.1 Persiapan
Persiapan merupakan tahapan yang penting dalam praktek tata rias. Seorang penata rias perlu melakukan persiapan berupa perencanaan, persiapan tempat, bahan dan peralatan, serta persiapan pemain.
1.4.1.1 Perencanaan
Perencanaan dimulai dengan diskusi dengan sutradra, pemain, dan penata artistik yang lain. Penata rias mencatat masukan-masukan dari sutradara terkait dengan tata rias. Catatan sutradara sebagai masukan bagi penata rias untuk membuat desain atau rancangan.
1.4.1.2 Persiapan Tempat
Tempat merias memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan sebuah hasil kerja tata rias. Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan tempat adalah perlengkapan tempat rias. Tempat rias idealnya memiliki cermin yang dilengkapi dengan penerangan yang cukup. Cermin yang dibutuhkan untuk tata rias setidaknya berukuran relatif besar sehingga mampu menangkap bagian tubuh dan wajah pemain secara utuh.Cermin idealnya juga terpasang di almari kabinet
yang memiliki tempat untuk meletakkan bahan dan peralatan tata rias. Kursi yang dibutuhkan idealnya adalah kursi hidrolik yang bisa diputar dan dinaik-turunkan secara otomatis sehingga penata rias tidak perlu membungkuk atau berpindah tempat.
Perlengkapan lain yang harus dikontrol oleh penata rias adalah ketersediaan tata cahaya yang memadai. Idealnya terdapat lampu yang dipasang secara frontal pada sisi kanak dan kri cermin. Lampu penerangan yang sifatnya umum, idealnya dipasang di langit-langit atas di belakang meja rias. Apabila penerangan kurang memadai, maka penata rias bisa minta pada bagian yang bertanggung jawab untuk memasang cahaya tambahan. Hal ini penting karena berpengaruh langsung pada warna tata rias.
1.4.1.3 Persiapan Bahan dan Peralatan
Seorang penata rias harus tahu bahan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan kerjanya. Bahan-bahan harus disiapkan dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan. Misalnya, untuk suatu pementasan menangani 8 pemain, maka diperhitungkan kebutuhan kapas, pembersih, shadow, dan sebagainya. Demikian juga peralatan yang dibutuhkan. Bahan dan peralatan ditata sedemikian rupa dan harus diketahui secara persis tempatnya agar saat praktek tidak disibukkan dengan mencari bahan atau alat yang harus digunakan.
1.4.1.4 Persiapan Pemain
Seorang penata rias harus bisa mengukur berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Termasuk menghitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan persiapan seorang pemain untuk siap dirias. Persiapan seorang pemain dapat dipaparkan sebagai berikut.
???? Melindungi kepala dan tubuh
Pada prinsipnya, persiapan ini dilakukan untuk memudahkan penata rias dalam melakukan pekerjaan. Dibutuhkan penutup kepala agar rambut tidak mengganggu proses merias. Demikian juga tubuh perlu penutup agar rontokan bahan rias tidak membuat busana menjadi kotor.
???? Membersihkan wajah
Membersihkan wajah pemain merupakan persiapan yang dilakukan setelah bagian tubuh tertentu terlindungi. Membersihkan wajah dilakukan menggunakan pembersih untuk mengangkat kotoran dan lemak yang menempel pada wajah pemain. Setelah bersih, wajah poerlu diberi penyegar agar terasa nyaman, segar, dan bersihh. Teknik membersihkan wajah dimulai dari mengaplikasikan pembersih pada wajah. Berikutnya meratakan pembersih dengan tangan sambil ditekan. Setelah itu dibersihkan menggunakan kapas dengan arah gerakan ke atas. Apabila wajah telah bersih, maka tinggal mengaplikasikan penyegar.
???? Mengenal wajah pemain
Seorang penata rias, idealnya mengenal karakter pemain jauh sebelum proses merias dilakukan. Karakter wajah yang perlu dikenal seorang penata rias meliputi bentuk wajah, hidung bibir, mata, serta jenis kulit. Apabila penata rias belum mengenal secara rinci, maka saat membersihkan wajah, bisa diamati hal-hal yang terkait dengan karakter wajah. Dengan demikian seorang penata rias tahu betul apa yang harus dilakukan.
1.4.2 Desain
Desain adalah rancangan berupa gambar atau sketsa sebagai dasar penciptaan. Membuat desain pada dasarnya adalah menuangkan gagasan dalam bentuk gambar atau sketsa. Proses tata rias memerlukan desain sebelum bahan-bahan kosmetik diaplikasikan pada wajah pemain.
Desain mempermudah kerja penata rias dengan hasil yang maksimal. Membuat desain merupakan tata cara kerja yang perlu ditradisikan. Desain dapat dibuat dalam bentuk kartu besar dengan kertas yang relatif tebal. Kartu dapat dimanfaatkan dua muka bolak-balik. Kartu tata rias memuat hal-hal sebagai berikut.
BAGIAN DEPAN
???? Gambar wajah dari muka dan samping.
???? Gambar wajah dari muka dan samping dipakai untuk menuangkan konsep tata rias. Contohnya, penempatan shading dan highlight pada wajah, eye shadow, garis kerutan wajah, atau aplikasi lipstik.
???? Tempat untuk catatan. Tempat catatan dipakai untuk membuat catatan khusus yang belum tervisualisasikan dalam gambar. Contohnya, teknik aplikasi , karakter garis, atau arah tarikan aplikasi shadow maupun blush on.
???? Daftar bahan kosmetik. Kosmetik yang dipakai dalam tata rias didaftar lengkap dengan spesifikasinya. Pencatatan bahan kosmetik yang dibutuhkan ini membuat proses merias menjadi lebih efektif . Penata rias dapat menyiapkan sekaligus mengontrol kebutuhan bahan yang dipakai.
BAGIAN BELAKANG
???? Produksi. Mencantumkan judul pementasan.
???? Sutradara. Mencantumkan nama sutradara
???? Tokoh. Mencantumkan nama tokoh dalam naskah lakon
???? Karakter Tokoh. Memuat deskripsi karakter tokoh
???? Pemain. Mencantumkan nama pemain
???? Karakter Pemain. Mendeskripsikan tipe dan ciri-ciri wajah pemain
???? Jenis Tata Rias. Mencantumkan jenis tata rias
???? Catatan Khusus. Memuat keterangan atau gambar yang belum terungkap di bagian depan.
1.4.3 Merias
Desain pada akhirnya diaplikasikan pada pemeran. Seorang penata rias bekerja berdasarkan desain yang telah dibuat. Seorang penata rias bisa menyerahkan sebagian pekerjaannya pada seorang asisten dengan tetap berpedoman pada desain. Penata rias melakukan kontrol dan penyempurnaan agar hasil sebagaimana yang diharapkan.
1.4.3.1 Tata Rias Korektif
Fungsi tata rias korektif adalah untuk mengubah penampilan wajah menjadi lebih sempurna. Wajah manusia memiliki kekurangan yang membuat penampilan kurang sempurna. Tata rias korektif menyamarkan kekurangan yang ada sehingga wajah tampil lebih sempurna. Penata rias perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
???? Kenali kekurangan dan kelebihan wajah
???? Kenali karakter tokoh dengan baik.
???? Koreksi wajah pemain sesuai karakter tokoh
???? Perhatikan jarak pemain dengan penonton
???? Kuasai bahan kosmetik dan peralatan
Penata rias perlu mempelajari kekurangan dan kelebihan wajah, sebelum membuat desain. Hal lain yang perlu dikuasai adalah teknik mengoreksi wajah untuk penyempurnaan.
o Teknik Tata Rias Korektif
Teknik yang dipakai dalam menyempurnakan (koreksi) wajah , adalah teknik shadow dan highlight. Shadow adalah efek gelap yang memberi kesan cekung, kecil, sempit. Highlight adalah efek terang yang memberi kesan menonjol, besar, lebar. Kombinasi antara shadow dan highlight akan menghasilkan kesan tertentu sesuai yang diharapkan. Teknik lain yang bisa dilakukan adalah menambahkan unsur-unsur baru, baik dengan garis, warna atau bahan tiruan.
o Praktek Tata Rias Korektif
Sebelum merias wajah, perhatikan kelengkapan alat dan bahan. Karena jenis kulit setiap orang berbeda maka perlu diperhatikan bahanbahan rias yang akan digunakan. Rias yang baik tidak menghasilkan efek negatif pada kulit sperti; gatal-gatal, kulit mengelupas, dan lain sebagainya. Jika semua sudah dipersiapkan maka praktek tata rias dapat dilakukan seperti di bawah ini.
???? Membersihkan wajah. Langkah awal yang penting adalah membersihkan wajah dengan cleanser atau pembersih. Berikutnya, segarkan wajah dengan astringent. Pilihlah cleanser dan astringent sesuai jenis kulit.
???? Menyempurnakan bentuk wajah. Wajah memiliki bentuk yang beragam. Wajah yang ideal, khususnya untuk kecantikan, adalah yang berbentuk oval dengan proporsi seimbang antara bagian-bagiannya. Bentuk-bentuk lain seperti bulat, persegi, panjang, buah pir, segitiga, dan diamond dianggap kurang sempurna dan perlu dikoreksi. Penyempurnaan bentuk wajah menggunakan teknik shading dan highlight dengan mengaplikasikan foundation. Gunakan foundation dengan tiga tingkatan warna yang berbeda, yaitu foundation sesuai warna kulit, foundation dengan warna satu tingkat lebih gelap dari warna kulit, dan foundation dengan warna satu tingkat lebih terang dari warna kulit. Foundation yang sesuai dengan warna kulit dipakai untuk bagian wajah yang ingin dipertahankan, foundation dengan warna satu tingkat lebih gelap dari warna kulit untuk menyamarkan, mempersempit, atau membuat cekung. Sedangkan foundation dengan warna satu tingkat lebih cerah dari warna kulit untuk memberi kesan lebar atau menonjol.
Kasus :
Pemeran memiliki bentuk wajah bulat. Bentuk bulat memiliki pipi dan garis rahang penuh dengan garis muka cenderung pendek.
Solusi :
Gunakan teknik shading. Aplikasikan foundation warna gelap satu tingkat di bawah warna kulit sepanjang garis tepi dahi, pipi, rahang, dan rahang bagian bawah. Kesan bulat akan tersamarkan dengan teknik shading yang tepat. Gambar-gambar di bawah ini memperlihatkan bagian-bagian yang perlu dikoreksi sehubungan dengan bentuk wajah. Untuk bentuk wajah panjang (Gb.151), bagian dahi dan dagu perlu diberi warna gelap untuk mengurangi kesan panjang. Sementara bagian pipi diberi warna terang.
Untuk bentuk wajah persegi (Gb.152) daerah di sebelah atas pelipis kanan dan kiri serta tepi pipi sebelah kanan dan kiri diberi warna gelap untuk menghilangkan kesan kotak pada wajah. Kesan kotak akan menampakkan karakter yang kaku. Jika pemain berperan sebagai tokoh yang lemah lembut maka bentuk kotak pada wajah harus dihilangkan sehingga kesan kaku tersebut juga menjadi hilang.
Untuk bentuk wajah diamond (Gb.153) maka daerah seputar dahi sampai pelipis diberi warna gelap dan pipi serta dagu diberi warna terang.
Untuk wajah segitiga (Gb.154) bagian atas pelipis kiri dan kanan serta bagian bawah pelipis kiri dan kanan diberi warna terang sedangkan pipi, dahi, dan dagu diberi warna terang.
???? Mengaplikasikan bedak baik losse powder maupun compact powder, dapat dilakukan dengan teknik shading dan highlight mengikuti aplikasi foundation. Hal ini harus dilakukan lebih teliti dan hati-hati. Losse powder dapat dimanfaatkan untuk membaurkan dua warna foundation yang berbeda agar gradasi warnanya terjaga. Compact powder dipakai setelah losse powder untuk lebih menyempurnakan tampilan wajah.
???? Membentuk hidung dapat menggunakan teknik shading dan highlight dengan bahan compact powder. Gunakan compact powder warna dua tingkat lebih terang dari warna kulit dan dua warna lebih gelap dari warna kulit.
Kasus dan Solusi :
a. Batang hidung besar. Shadow pada dua sisi hidung. Highlight pada garis tengah batang hidung dengan bentuk yang ramping (Gb.155).
b. Cuping hidung besar. Shadow pada dua sisi cuping hidung yang harus disamarkan. Highlight pada garis tengah hidung untuk mengalihkan fokus (Gb.156).
c. Batang hidung kecil. Shadow pada kanan dan kiri batang hidung. Highlight pada batang hidung untuk menyamarkan batang hidung yang kecil (Gb.157).
d. Batang hidung pendek. Highlight dibuat tinggi mulai dari atas sampai ujung hidung. Ketinggian dapat memanipulasi dengan bagian atas ditinggikan dan ujung alis bagian dalam disesuaikan agar tidak berkesan janggal (Gb.158).
e. Hidung tidak mancung. Highlight dengan goresan ramping pada batang hidung. Shading pada sisi kanan dan kiri untuk menciptakan efek kontras.
f. Batang hidung bengkok. Shadow pada bagian yang bengkok dengan tarikan garis lurus. Highlight pada batang hidung dengan garis mengikuti bentuk hidung yang dikehendaki.
???? Membentuk alis. Alis memiliki bentuk yang beragam pula. Bentuk alis tidak selalu sesuai dengan bentuk wajah. Oleh karena itu, alis perlu dikoreksi dengan menyesuaikan bentuknya dengan bentuk wajah.
Kasus dan solusi:
a. Pemeran memiliki bentuk wajah bulat. Buatlah alis tajam dan menyudut untuk menyamarkan kesan wajah yang bulat (Gb.159).
b. Pemeran memiliki bentuk wajah persegi. Buatlah alis melengkung lembut. Hindari bentuk alis yang tajam (Gb.160).
c. Pemeran memiliki bentuk wajah panjang. Buatlah alis cenderung mendatar. Hindari tarikan alis ke atas dan melengkung (Gb.161)
d. Pemeran memiliki bentuk wajah diamond. Idealnya alis dibuat melengkung lembut pada ujung terluar alis (Gb.162).
e. Pemeran memiliki bentuk wajah segitiga. Alis yang ideal untuk bentuk segitiga adalah alis yang sedikit melengkung dengan membentuk sudut yang tidak terlalu tajam (Gb.163).
Apabila sudah memilih bentuk alis yang sesuai, maka perhatikan pertumbuhan alis. Apakah tumbuhnya teratur? Apakah rambut alis perlu dirapikan? Rambut alis yang tumbuh tidak teratur perlu dirapikan dengan cara dipotong. Sesuaikan alur alis dengan bentuk yang diinginkan. Merapikan pertumbuhan rambut alis idealnya dilakukan sebelum mengaplikasikan foundation, sehingga bekas potongan dapat tertutup.
???? Membentuk bibir. Pembentukan bibir dapat dilakukan dengan membingkai bibir menggunakan eyeliner dan mengisinya dengan warna. Langkah awal adalah dengan menyamarkan bentuk bibir menggunakan foundation. Penyamaran bibir dapat dilakukan pada saat mengaplikasikan foundation. Penyamaran disempurnakan menggunakan compact powder.
Tahap berikutnya adalah menyempurnakan bentuk bibir dengan membuat bentuk yang dikehendaki. Gunakan eyeliner untuk membuat sketsa bibir. Setelah sketsa bibir dibuat, berikutnya adalah mengisi bibir dengan lipstik.
Bibir tipis dapat dibuat tampak tebal dengan menambah garis luar bibir (Gb.164). Sebaliknya, untuk bibir terlalu tebal dapat menyamarkan bagian terluar dan membentuk kembali pada bibir bagian dalam (Gb.165). Demikian juga bibir yang mempunyai kesan sedih dapat ditarik garis ke atas pada sudur terluar bibir (Gb.166). Bibir yang terlalu kecil dapat disamarkan dengan menambah garis terluar sebagaimana bibir yang tipis (Gb.167).
???? Mengaplikasikan blush on (perona pipi). Mengaplikasikan blush on perlu mempertimbangkan bentuk wajah dengan teknik tarikan atau sapuan yang tepat. Tarikan naik untuk memberikan efek tajam pada wajah, tarikan mendatar untuk efek luas, dan tarikan naik untuk memberi kesan panjang pada wajah. Blush on sering pula difungsikan untuk sentuhan akhir (finishing) pada wajah dengan cara menyapukan tipis dan ringan pada bagian wajah. Sapuan blush on untuk finishing harus hati-hati agar tidak merusak riasan yang lain.
1.4.3.2 Tata Rias Fantasi
Tata rias fantasi disebut juga tata rias karakter khusus. Tata rias fantasi menampilkan tokoh-tokoh yang secara riil tidak terdapat dalam kehidupan. Penggolongan bisa meliputi tokoh-tokoh horor, binatang, atau menampilkan riasan yang menggambarkan flora. Tata rias fantasi tidak terbatas tergantung dari fantasi manusia. Tata rias fantasi dapat mengubah anatomi wajah untuk memberi kesan tiga dimensi. Hidung dapat diubah anatominya dengan bahan kapas yang dicampur lateks (Gb.168). Penambahan kapas pada hidung disempurnakan dengan mengaplikasikan foundation dan memberi garis serta shadow (Gb.169). Hasilnya, hidung berubah dan memiliki dimensi yang berbeda (Gb.170).
Praktek tata rias fantasi dapat pula memakai model atau berdasarkan khayalan perancang rias. Tokoh-tokoh macam badut, punakawan dapat digolongkan dalam jenis tata rias fantasi. Langkah-langkah Tata Rias Fantasi dapat dijelaskan sebagai berikut.
???? Persiapan. Dalam hal ini adalah membersihkan wajah pemain dengan cleanser yang dilanjutkan mengaplikasikan penyegar.
???? Pembentukan dasar. Merupakan tahap membuat bentukbentuk dasar pada wajah pemain sesuai dengan desain.
Bentuk dasar dapat berupa garis-garis atau penambahan unsur lain pada bagian wajah (Gb.171). Apabila bentuk dasar berupa garis, maka foundation diaplikasikan sebelum membuat garis. Sebaliknya, apabila ada penambahan unsur lain pada wajah, maka foundation diaplikasikan sesudah penambahan unsur lain pada wajah.
???? Dimensi wajah. Tata rias memiliki kedalaman bentuk. Kedalaman bentuk dapat dibuat dengan perbedaan gelap terang, garis, warna, dan penambahan dimensi secara nyata. Membentuk dimensi wajah dengan mengisi bagian-bagian dengan gelap terang atau warna. Penambahan dimensi secara nyata berupa pengubahan wajah dengan menambah latex, tisue, atau kapas. Apabila menggunakan teknik dua dimensi cukup dibedakan dengan warna dan gelap terang (Gb.172).
???? Penyempurnaan. Tahap penyempurnaan adalah tahap finishing, dimana setiap unsur diselesaikan sesuai dengan desain.
1.4.3.3 Tata Rias Karakter
Merias karakter berarti mengubah penampilan pemain dalam hal umur, watak, bentuk wajah agar sesuai tokoh. Pengubahan wajah dapat menyangkut aspek umur saja atau aspek lain secara bersama. Tata rias karakter membantu pemain dalam mengungkapkan karakter tokoh. Tata rias karakter dikenakan pada bagian wajah dan tubuh lain yang memungkinkan dapat dilihat oleh penonton. Bagian lain tubuh seperti leher, badan, tangan, atau kaki yang terlihat.
o Umur
Perkembangan usia manusia membawa perubahan-perubahan pada wajah. Mulai dari anak-anak sampai usia tua. Manusia mengalami perubahan pada wajah ketika menginjak usia 30-an. Khususnya pada usia 35 tahun, wajah manusia mengalami perubahan dengan beberapa tanda-tanda pada wajah, yaitu munculnya kerutan pada beberapa bagian bagian. Kerutan muncul pada bagian sekitar mata, mulut, dan hidung.
Perubahan lain yang terjadi adalah pada rambut yang mulai merubah warna menjadi abu-abu atau putih. Pada usia 40 tahun, perubahan mulai tampak lebih nyata. Kerutan pada wajah mulai bertambah dan rambut berwarna putih mulai banyak. Usia 50 tahun, kulit mulai kendor dan kerutan semakin tajam dan bertambah. Usia 65 ke atas, kerutan-kerutan wajah semakin banyak, kulit pada wajah mulai mengendur, cekung, dan rambut semakin memutih.
o Praktek Tata Rias Karakter
Tata rias karakter membutuhkan persiapan yang serius. Selain bahan-bahan dasar make-up, tata rias karakter juga memerlukan bahan tambahan lain, seperti rambut palsu, kumis, jenggot, dan lain sebagainya. Tahapan tata rias karakter dapat dijelaskan sebagai berikut.
???? Persiapan. Tahap persiapan selalu dimulai dengan membersihkan wajah. Menghilangkan kotoran, bekas make up dan lemak yang menempel pada wajah. Berikutnya adalah mengaplikasika penyegar.
???? Aplikasi foundation. Pemakaian foundation dapat dilakukan sebagaimana dalam make up korektif, yaitu menggunakan teknik shading dan shadow. Penggunaan warna untuk menampilkan usia lebih efektif kalau menggunakan foundation warna dua tingkat lebih gelap dan dua tingkat lebih terang. Hal ini untuk menciptakan tingkat kekontrasan yang tajam. Mengingat tata rias panggung berhubungan dengan jarak yang jauh antara tempat pertunjukan dengan penonton.
???? Membuat garis kerutan. Garis kerutan dibuat setelah aplikasi foundation. Garis kerutan wajah dibuat dengan pensil alis. Kerutan pada kening biasanya mulai tampak pada usia 40- an dengan jumlah sedikit. Garis kerutan pada kening mulai bertambah jumlahnya pada usia 50 tahun ke atas. Pada usia yang lebih tua lagi, kulit-kulit disekitar kerutan mulai tampak kendor. Garis kerutan pun cenderung turun. Tokoh dalam teater biasanya ada yang berusia sangat tua, sehingga kerutkerut wajah makin banyak pada wajah.
Kerutan pada mata. Mata memiliki kelopak yang dibagi menjadi dua, yaitu bagian atas dan bawah. Bagian yang perlu diperhatikan dalam membuat kerutan pada mata adalah bagian ujung dalam mata sampai bagian ujung luar mata. Tarikan ujung luar mata memiliki alur garis kerutan sampai bagian pelipis. Bagian bawah, untuk usia 80 tahun ke atas, kerutan bisa memiliki alur sampai pipi mengarah ke bawah. Pada usia menengah, sekitar 50-an tahun, kerutan biasanya tajam dengan kulit masih relatif kencang (Gb.173). Pada usia 60 tahun ke atas, lapisan kulit sekitar mata mulai mengendur (Gb 174 dan 175).
Kerutan pada hidung dan mulut. Kerutan pada hidung memiliki hubungan yang erat dengan bagian mulut. Kerutan ini akan membentuk lipatan yang disebut lipatan nasolabial. Lipatan nasolabial merupakan lipatan tajam yang muncul dari ujung atas cuping hidung sampai bagian ujung luar mulut. Kerutan yang membentuk lipatan ini bias muncul pada usia sekitar 30-an tahun. Bagian ini merupakan salah satu bagian penting untuk mengubah usia. Pada usia yang lebih tua lipatan ini akan berlanjut pada bagian dagu pada sisi mulut sebelah luar. Kerutan pada pipi akan muncul pada usia yang relatif lanjut sekitar 60 tahun ke atas. Kerutan ini dimulai dengan penonjolan pada tulang pipi yang mengakibatkan cekungan yang dalam. Khususnya pada orang-orang yang berwajah tirus dan kurus. Berikutnya baru menyusul kerutan pada bagian pipi. Kerutan ini memiliki bentuk cenderung turun ke bawah yang disebabkan kekendoran pada kulit. Kerutan pada leher perlu diperhatikan karena bagian ini dapat dilihat oleh penonton. Kerutan pada leher terbentuk mulai dari rahang bawah mengarah ke bawah sampai pangkal leher.
???? Aplikasi teknik shading dan highlight. Sesudah membuat garis dengan pensil, maka penyempurnaannya menggunakan eye shadow. Caranya adalah dengan menambah shadow pada bagian wajah yang akan dicekungkan dan memberi highlight pada bagian yang akan ditonjolkan. Dalam gambar 176 diperlihatkan garis kerut pada kening, wajah, dan leher pemain. Garis kerut ini menunjukkan ketuaan. Untuk memberi penekanan pada bagian mata yang mencekung maka shadow ditambahkan (Gb.177). Dengan mengolah shadow dan hightlight maka akan diperoleh gambaran ketuaan wajah seperti yang dikehendaki (Gb.178).
???? Memutihkan rambut. Rambut merupakan unsur penting yang dapat dijadikan tanda untuk usia seseorang. Rambut yang normal akan mengalami perubahan warna pada usia 30-an tahun. Perubahan warna rambut pada usia 30-an belum tampak secara menyeluruh. Pada usia 50-an tahun ke atas perubahan rambut baru merata. Hal ini sebenarnya bersifat relatif. Setiap manusia mengalami perubahan warna rambut yang berbeda. Walaupun begitu, pemutihan warna rambut untuk mengubah usia menjadi cara yang efektif. Pemutihan warna rambut dapat menggunakan body painting atau rambut yang sesungguhnya, baik dari wool atau bahan sintetis. Rambut tiruan yang ideal adalah yang terbuat dari wool. Wool relatif sulit didapatkan di Indonesia.
Teknik:
Memutihkan rambut dengan body painting relatif sederhana dan mudah. Alat yang digunakan adalah sikat dan sisir. Body painting warna putih dioleskan dengan rambut dengan sikat secara merata. Kemudian disisir agar body painting merata. Memutihkan rambut dengan rambut palsu, membutuhkan kecermatan dan waktu. Sebelum memutuskan untuk memutihkan rambut dengan rambut palsu, idealnya dilihat bentuk pertumbuhan rambut terlebih dahulu untuk memutuskan pengaplikasian. Pengaplikasian dilakukan dengan penambahan pada bagian tertentu. Terutama pada bagian depan. Kemudian penambahan dilakukan dengan membagi rambut pada bagian tertentu. Penggunaan rambut pasangan ini akan menghasilkan rambut putih yang lebih natural.
???? Mengubah Ras. Pementasan teater sering terdapat tokoh yang berbeda jenis ras. Dalam satu ras pun sering memiliki karakteristik yang berbeda. Orang-orang Asia yang digolongkan sebagai oriental memiliki karakter yang berbedabeda pula. Mengubah ras bisa dilakukan dengan menyamarkan wajah asli dengan mengaplikasikan karakteristik lain. Pemain yang berasal dari rumpun Melayu diubah menjadi tokoh berbangsa Cina (Gb.180). Proses pengubahan dilakukan dengan mengaplikasikan karakteristik anatomi yang penting, seperti mata, alis, dan kumis (Gb.181). Gb.182, memperlihatkan hasil akhir pengubahan ras dengan beberapa perubahan pada kepala alis, tarikan mata, dan kumis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar